Sabtu, 18 Mei 2013

^^


Kebimbangan itu akhirnya mencapai klimaks, hal yang harus ditakuti dan memberatkan itu tiba pada sebuah pilihan.
Sebenarnya permasalahan itu ada pada diriku. Kenapa?
Hati ini sebenarnya sudah memiliki pilihan, tapi aku masih ragu dengan pilihan yang aku  ambil.
Dia yang ada dalam hati ini, belum tentu memilihku.
Ini kisahku...............
Sekian tahun bersama dan sangat dekat, ibarat banyak yang bilang kami pacaran, namun kenyataannya tak ada hubungan yang sangat jelas. Dia mengangap aku apa?dan aku menganggap dia apa?, semua sangat semu. Tak ada arah tujuan yang jelas.
Aku memberi hatiku yang terdalam untuknya, dan aku sama sekali tidak pernah tahu apakah dia menyanggupi ataupun tidak. Hanya saja, kami memang sangat dekat. Harapan demi harapan aku rangkai untuk mencapai sebuah jawaban yang aku inginkan..ya atau tidak...
Awalnya aku tidak peduli dengan keadaan ini, aku juga tak pernah berharap lebih. Toh aku juga tahu  pada akhirnya dari jawabannya.
Tapi keadaan saat ini berbeda.. ada yang lain datang, dan memberikan sebuah kejelasan... untuk siapa hati ini,, untuk siapa raga ini,,tak ada kata “Gantung”...dia sangat jelas dengan Tujuan kepadaku..ungkapannya benar-benar nyata.
Namun...hati ini menolak..cinta itu bukan dari sebuah materi dan siapa yang menyatakan..tapi cinta itu berawal dari sebuah kenyamanan..cinta itu bukanlah paksaan..
Aku tahu hatinya...tapi aku tak pernah tahu jalan pikirannya..
Kadang dia mengacuhkanku,dan kadang dia memberiku harapan...luar biasa tantangan yang dia berikan...
Saat ini yang aku butuhkan darinya hanyalah ungkapan hatinya....apakah dia satu rasa denganku...hanya itu...
Aku tak pernah butuh status yang berlebih...Pacaran bukan lagi yang aku inginkan...pacaran juga sesuatu yang belum tentu ada ujungnya,,,Tapi aku hanya ingin dia mengungkapkan isi hatinya
“ Kau anggap Aku Apa?”....jika memang dia anggap aku special dihatinya......mari kita jalani semuanya,tapi jika dia menganggapku hanya sebatas teman, aku akan berusaha melupakanmu......
aku tertarik dengan kata-kata yang diungkapkan temanku “ wanita itu dicintai, bukan mencintai”
dan untuknya..
ingatlah kata-kata yang diucapkan teman kita
“ Kalau bukan aku yang meninggalkanmu, berarti kau yang akan meninggalkanku”

Dalam impianku..............
Aku ingin sekali..kau khitbah aku dalam butiran-butiran alunan ayat-ayat Allah......suatu hari nanti 
dan katakan
“‘as-aluka billaah… will you marry me?”

Rabu, 01 Mei 2013

putus asa

Ketika kuliahku hampir selesai, aku merenungi 3 tahun sebelumnya.
Kenapa aku harus kuliah?,kenapa aku harus menempuh jurusan ini? Dan kenapa sampai saat ini aku sama sekali tidak mengetahui tujuan yang harus dicapai dari ilmu yang aku tempuh saat ini.
Memang penyesalan itu selalu datang pada saat hampir ending sebuah cerita.
Jujur IPK-ku saat ini jauh dibawah rata-rata. Dan aku menyembunyikan ini semua dari orang tuaku. Aku sama sekali tidak bisa habis pikir jika nantinya ada suatu kendala dalam perkuliahanku nanti.
Aku hanya berharap semoga Tuhan memberi jalan yang terbaik untukku. Setiap kali melihat teman-temanku bekerja, dan harus meninggalkan kuliah mereka. Kadang aku iri, kenapa aku tidak semulia mereka. Kenapa aku harus tetap tinggal disini untuk menunggu sebuah keajaiban datangnya kelulusan,
Memang ini adalah takdir yang salah yang berani aku tempuh.mengambil jurusan yang bertolak belakang dengan kemampuanku semasa SMA dulu. Aku kira jurusan ini mudah dipelajari. Dan ini salah...
Awalnya memang aku tak pernah berniat untuk kuliah. Tapi sebuah keadaan yang membuatku untuk berfikir kuliah itu penting. ..ini adalah kisah cintaku...mengejar cinta yang berharap kembali ke pangkuan. 3 tahun menunggunya ,yang datang hanyalah sia-sia..
Bahkan akupun lelah untuk menunggunya. Pudar sudah cinta itu. Dan rasa itu hilang...
Rasa yang tersisa adalah penyesalan kepada keluarga,terutama kakakku tercinta..bersusah payah membujukku untuk mendaftar di sekolah pramugari.dan saat itu pintu itu terbuka lebar.sangat lebar..mungkin jika aku menurutinya, pasti aku sudah menyambut dunia dengan senyuman.
Hanya gara-gara sebuah cinta mati itu, semua harapan masa depan semakin menjauh..
Kutipan-kutipan kata bijak yang selalu terlontar seakan membeku..
Dan sekarang pada akhirnya, cinta itu hilang bersamaan dengan masa depan 3 tahun yang lalu. Kenapa kalian wahai takdir,datang secara bersamaan.
Kenapa kalian takdir, tak membimbingku dengan benar.
 Kenapa kalian wahai takdir membuatku berfikir..
kala itu..kau tajamkan otakku..kenapa bukan hatiku.
Dan kini, aku hanya bisa berjalan diatas rell mengikuti alur kereta yang berjalan...semoga dipersimpangan jalan aku menemukan sesuatu yang indah...
Wahai Pembuat Takdir...kembalikan Takdirku
Kini hanyanya sahabat-sahabatku yang menguatkanku atas keadaan ini..
Mengeluhpun saat ini bagaikan membekas di hati tak tersampai ditelinga...