Kebimbangan itu
akhirnya mencapai klimaks, hal yang harus ditakuti dan memberatkan itu tiba
pada sebuah pilihan.
Sebenarnya permasalahan
itu ada pada diriku. Kenapa?
Hati ini sebenarnya
sudah memiliki pilihan, tapi aku masih ragu dengan pilihan yang aku ambil.
Dia yang ada dalam hati
ini, belum tentu memilihku.
Ini kisahku...............
Sekian tahun bersama
dan sangat dekat, ibarat banyak yang bilang kami pacaran, namun kenyataannya
tak ada hubungan yang sangat jelas. Dia mengangap aku apa?dan aku menganggap
dia apa?, semua sangat semu. Tak ada arah tujuan yang jelas.
Aku memberi hatiku yang
terdalam untuknya, dan aku sama sekali tidak pernah tahu apakah dia menyanggupi
ataupun tidak. Hanya saja, kami memang sangat dekat. Harapan demi harapan aku
rangkai untuk mencapai sebuah jawaban yang aku inginkan..ya atau tidak...
Awalnya aku tidak
peduli dengan keadaan ini, aku juga tak pernah berharap lebih. Toh aku juga tahu pada akhirnya dari jawabannya.
Tapi keadaan saat ini
berbeda.. ada yang lain datang, dan memberikan sebuah kejelasan... untuk siapa
hati ini,, untuk siapa raga ini,,tak ada kata “Gantung”...dia sangat jelas
dengan Tujuan kepadaku..ungkapannya benar-benar nyata.
Namun...hati ini
menolak..cinta itu bukan dari sebuah materi dan siapa yang menyatakan..tapi
cinta itu berawal dari sebuah kenyamanan..cinta itu bukanlah paksaan..
Aku tahu hatinya...tapi
aku tak pernah tahu jalan pikirannya..
Kadang dia
mengacuhkanku,dan kadang dia memberiku harapan...luar biasa tantangan yang dia
berikan...
Saat ini yang aku
butuhkan darinya hanyalah ungkapan hatinya....apakah dia satu rasa denganku...hanya
itu...
Aku tak pernah butuh
status yang berlebih...Pacaran bukan lagi yang aku inginkan...pacaran juga
sesuatu yang belum tentu ada ujungnya,,,Tapi aku hanya ingin dia mengungkapkan
isi hatinya
“ Kau anggap Aku Apa?”....jika
memang dia anggap aku special dihatinya......mari kita jalani semuanya,tapi
jika dia menganggapku hanya sebatas teman, aku akan berusaha melupakanmu......
aku tertarik dengan
kata-kata yang diungkapkan temanku “ wanita itu dicintai, bukan mencintai”
dan untuknya..
ingatlah kata-kata yang
diucapkan teman kita
“ Kalau bukan aku yang
meninggalkanmu, berarti kau yang akan meninggalkanku”
Dalam impianku..............
Aku ingin sekali..kau
khitbah aku dalam butiran-butiran alunan ayat-ayat Allah......suatu hari nanti
dan katakan
“‘as-aluka billaah… will you marry me?”