Sabtu, 11 Agustus 2012

pribadi cinta


Saat aQ duduk dan bercengkerama bersama teman-teman,dan duduk di pinggir jalan sambil melihat lalu lalang kendaraan yang lewat, tanpa sadar kami bercerita mengenai kehidupan kami,dari sebuah organisasi sampai persoalan cinta. Dari yang bahagia sampai yang paling menyedihkan. Dari setiap cerita, Q dengarkan dengan seksama. Dan aQ mulai berfikir, apakah kehidupan cintaQ lebih miris ketimbang mereka. Mereka bahkan masih bisa tertawa dan sudah mendapat pengganti. pertanyaanQ yang selalu menyelinap dipikiran “ Apakah mereka benar-benar mencintainya?” Tuluskah?,nyamankah? Setahuku, menjalin sebuah hubungan dihadirkan dari kenyamanan secara hati masing-masing setiap personil. Perbedaanpun bisa ditepis dengan hadirnya saling menyatu hati mereka masing-masing. Bahagia dan bahkan lupa kalau suatu saat nanti jika tidak berjodoh pastilah berpisah. Seorang temanQ bertanya kepadaQ. Bagaimana dengan kehidupanQ? Dan kenapa Qmu bisa berpisah? aQ tak bisa mengira Qmu bisa berpacaran dengannya.
Dengan tulus aQ menjawab. Sebelum aQ berpisah, aQ dan dia belumlah menjadi apa-apa, kami sebenarnya bersahabat. Dan timbulah cinta diantara kami, lalu kami menjalin hubungan. Bisa di bilang cukup lama. Dan menurutQ dia orang yang mengubah kehidupanQ. aQ belajar dari setiap pengalaman dari kehidupan kami. Dan aQ lupa dengan sebuah kalimat “ Jika tak berjodoh, pastilah berpisah!”. Mungkin Tuhan murka denganQ, karena aQ terlalu mencintainya. Dan Tuhan memisahkan kami. Tanpa alasan yang jelas kami berjalan masing-masing, membelokkan rel-rel yg dulunya sejajar searah menjadi bercabang dengan tujuan yang baru. AQ bahkan tak pernah tahu tujuanQ kemana, aQ merasa asing dengan kehidupanQ sendiri. Yang dulunya melakukan kehidupan bersama dan  harus melakukannya sendiri. Dan itu sangat berat. Namun, setiap jengkal waktu aQ berusaha untuk melaluinya sendiri.tanpa sadar itu membuatQ pribadi yang kuat. Pada akhirnya tujuanQ mulailah terbentuk, masa depan yang terlanjur jauh, mulai dapat aQ gapai sedikit demi sedikit. Bertemu dengan kalian membuatku semakin dapat berdiri tegar dengan percaya diri tanpa menoleh ke belakang, dan dengan bangga dalam diri aQ bisa berkata “ Tanpamu aQ masih bisa hidup dengan sempurna”. Bahkan aQ lupa dengan dirimu yang seperti apa. Cintamu, kehidupanmu, pola pikirmu,atau saat kau bilang ingin berpisah. Tapi saat sekali lagi temanQ bertanya mengenai cinta itu. aQ mulai mengingat semua. Masa lalu yang harus ku pendam. Bahwa kau membuat semua yang ada dikehidupanQ gelap, rapuh dan benci yang dulu ku torehkan kepadamu. Tapi Tuhan itu adil. Lewat dirimu aQ mengerti sebuah pelajaran dasar dari Tuhan, “ Janganlah mencintai orang sesamaQ melebihi Dia” sejak saat itu, aQ tak lagi bermimpi untuk mendapatkan pengganti dirimu, bukan karena dirimu, tapi karena Tuhan. Karena aQ sangat mencintai TuhanQ. Walaupun di hati ini aQ berharap untuk mendapatkan orang yang bisa memberiQ perhatian,cinta, dan kasih sayang sewaktu dulu. Tapi Tuhan lebih tahu apa yg aQ butuhkan. Saat mereka bilang, kenapa tidak mencari penggantinya. aQ tertawa lebar....aQ sudah lupa bagaimana pacaran itu, aQ jauh lebih nyaman dengan kalian, tak perlu harus takut berfikir untuk dilukai..aQ bisa melukaimu,dan kalian bisa melukaiQ, tapi aQ tahu bagimana bersatu dengan kalian, karena kalian bukan sekedar hubungan spesial. Tangan-tangan kalianlah yang akan menuntunQ ke tujuanQ yang sesungguhnya.