Saat aQ duduk dan bercengkerama bersama
teman-teman,dan duduk di pinggir jalan sambil melihat lalu lalang kendaraan
yang lewat, tanpa sadar kami bercerita mengenai kehidupan kami,dari sebuah
organisasi sampai persoalan cinta. Dari yang bahagia sampai yang paling
menyedihkan. Dari setiap cerita, Q dengarkan dengan seksama. Dan aQ mulai
berfikir, apakah kehidupan cintaQ lebih miris ketimbang mereka. Mereka bahkan
masih bisa tertawa dan sudah mendapat pengganti. pertanyaanQ yang selalu
menyelinap dipikiran “ Apakah mereka benar-benar mencintainya?”
Tuluskah?,nyamankah? Setahuku, menjalin sebuah hubungan dihadirkan dari
kenyamanan secara hati masing-masing setiap personil. Perbedaanpun bisa ditepis
dengan hadirnya saling menyatu hati mereka masing-masing. Bahagia dan bahkan
lupa kalau suatu saat nanti jika tidak berjodoh pastilah berpisah. Seorang
temanQ bertanya kepadaQ. Bagaimana dengan kehidupanQ? Dan kenapa Qmu bisa
berpisah? aQ tak bisa mengira Qmu bisa berpacaran dengannya.
Dengan
tulus aQ menjawab. Sebelum aQ berpisah, aQ dan dia belumlah menjadi apa-apa,
kami sebenarnya bersahabat. Dan timbulah cinta diantara kami, lalu kami
menjalin hubungan. Bisa di bilang cukup lama. Dan menurutQ dia orang yang
mengubah kehidupanQ. aQ belajar dari setiap pengalaman dari kehidupan kami. Dan
aQ lupa dengan sebuah kalimat “ Jika tak
berjodoh, pastilah berpisah!”. Mungkin Tuhan murka denganQ, karena aQ
terlalu mencintainya. Dan Tuhan memisahkan kami. Tanpa alasan yang jelas kami
berjalan masing-masing, membelokkan rel-rel yg dulunya sejajar searah menjadi
bercabang dengan tujuan yang baru. AQ bahkan tak pernah tahu tujuanQ kemana, aQ
merasa asing dengan kehidupanQ sendiri. Yang dulunya melakukan kehidupan
bersama dan harus melakukannya sendiri. Dan
itu sangat berat. Namun, setiap jengkal waktu aQ berusaha untuk melaluinya
sendiri.tanpa sadar itu membuatQ pribadi yang kuat. Pada akhirnya tujuanQ
mulailah terbentuk, masa depan yang terlanjur jauh, mulai dapat aQ gapai
sedikit demi sedikit. Bertemu dengan kalian membuatku semakin dapat berdiri
tegar dengan percaya diri tanpa menoleh ke belakang, dan dengan bangga dalam
diri aQ bisa berkata “ Tanpamu aQ masih bisa hidup dengan sempurna”. Bahkan aQ
lupa dengan dirimu yang seperti apa. Cintamu, kehidupanmu, pola pikirmu,atau
saat kau bilang ingin berpisah. Tapi saat sekali lagi temanQ bertanya mengenai
cinta itu. aQ mulai mengingat semua. Masa lalu yang harus ku pendam. Bahwa kau
membuat semua yang ada dikehidupanQ gelap, rapuh dan benci yang dulu ku torehkan
kepadamu. Tapi Tuhan itu adil. Lewat dirimu aQ mengerti sebuah pelajaran dasar
dari Tuhan, “ Janganlah mencintai orang sesamaQ melebihi Dia” sejak saat itu,
aQ tak lagi bermimpi untuk mendapatkan pengganti dirimu, bukan karena dirimu,
tapi karena Tuhan. Karena aQ sangat mencintai TuhanQ. Walaupun di hati ini aQ
berharap untuk mendapatkan orang yang bisa memberiQ perhatian,cinta, dan kasih
sayang sewaktu dulu. Tapi Tuhan lebih tahu apa yg aQ butuhkan. Saat mereka
bilang, kenapa tidak mencari penggantinya. aQ tertawa lebar....aQ sudah lupa
bagaimana pacaran itu, aQ jauh lebih nyaman dengan kalian, tak perlu harus
takut berfikir untuk dilukai..aQ bisa melukaimu,dan kalian bisa melukaiQ, tapi
aQ tahu bagimana bersatu dengan kalian, karena kalian bukan sekedar hubungan
spesial. Tangan-tangan kalianlah yang akan menuntunQ ke tujuanQ yang
sesungguhnya.